admin

Implementasi Kebijakan First In First Out (FIFO) sebagai Instrumen Reformasi Administrasi Pertanahan di Indonesia

Konsep Umum First In First Out (FIFO) Konsep First In, First Out (FIFO) merupakan prinsip penyelenggaraan administrasi pertanahan yang menempatkan setiap permohonan pelayanan berdasarkan urutan waktu penerimaan berkas, sehingga permohonan yang lebih dahulu diterima akan diproses dan diselesaikan terlebih dahulu. Meskipun FIFO pada awalnya dikenal sebagai konsep dalam ilmu manajemen operasi (operations management) dan teori […]

Implementasi Kebijakan First In First Out (FIFO) sebagai Instrumen Reformasi Administrasi Pertanahan di Indonesia Read More »

Perlindungan Hukum bagi Pemegang Polis Ketika Perusahaan Asuransi Gagal Bayar

Perlindungan terhadap pemegang polis merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan industri perasuransian. Ketika perusahaan asuransi tidak lagi mampu memenuhi kewajibannya, muncul berbagai konsekuensi hukum yang menyangkut kepastian hak para pemegang polis. Salah satu contoh yang saat ini menjadi perhatian adalah kasus PT Asuransi Jiwa Prolife Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyerahkan tersangka beserta

Perlindungan Hukum bagi Pemegang Polis Ketika Perusahaan Asuransi Gagal Bayar Read More »

Rechtsverwerking dalam Sengketa Pertanahan: Menemukan Titik Temu antara Kepastian Hukum dan Keadilan 

Sengketa pertanahan merupakan salah satu permasalahan hukum yang paling sering terjadi di Indonesia. Perselisihan mengenai kepemilikan, penguasaan, maupun batas tanah kerap berujung pada proses litigasi yang memakan waktu panjang. Tidak jarang, lahan yang sudah memiliki sertipikat masih diperdebatkan oleh pihak lain yang mengklaim sebagai pemilik sebenarnya. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar: sejauh mana hukum mampu

Rechtsverwerking dalam Sengketa Pertanahan: Menemukan Titik Temu antara Kepastian Hukum dan Keadilan  Read More »

Mengenal Praktik Passing Off dalam Rezim Hukum Merek Dagang 

Passing off merupakan doktrin hukum yang berasal dari sistem common law, khususnya di Inggris, yang bertujuan melindungi goodwill atau reputasi suatu usaha dari tindakan peniruan atau pemboncengan oleh pihak lain. Doktrin ini dikenal dengan elemen “classical trinity“: (1) adanya goodwill yang melekat pada produk/jasa penggugat; (2) adanya misrepresentation atau penyajian menyesatkan oleh tergugat yang dapat

Mengenal Praktik Passing Off dalam Rezim Hukum Merek Dagang  Read More »

Transformasi Digital Pertanahan: Memahami Sertipikat Elektronik dan Implementasinya

Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat mendorong transformasi digital di berbagai sektor pemerintahan, termasuk dalam penyelenggaraan layanan pertanahan. Sebagai bagian dari upaya modernisasi administrasi pertanahan, pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertipikat Elektronik (Permen ATR/BPN 1/2021). Regulasi ini menjadi landasan hukum bagi penerapan sertipikat elektronik

Transformasi Digital Pertanahan: Memahami Sertipikat Elektronik dan Implementasinya Read More »

Untung Besar, Tanggung Jawab Besar : Menakar Efektivitas Sanksi Pidana Korporasi dalam KUHP Baru

Di tengah pesatnya perkembangan dunia usaha, korporasi memiliki peran yang sangat besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan. Namun, dibalik kontribusi tersebut, tidak sedikit pelanggaran hukum yang melibatkan korporasi. Sehingga korporasi tidak lagi dipandang sekadar sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai subjek yang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana. Pada tahun 2026, hukum pidana Indonesia

Untung Besar, Tanggung Jawab Besar : Menakar Efektivitas Sanksi Pidana Korporasi dalam KUHP Baru Read More »

“Dibalik Hak Pengelolaan (HPL): Mengurai Problem Kepastian Hukum HGB dan Hak Pakai di Atas HPL”

Hak Pengelolaan (HPL) merupakan salah satu instrumen dalam sistem hukum pertanahan Indonesia yang bersumber dari konsep Hak Menguasai Negara sebagaimana diatur dalam Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 dan dijabarkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang UUPA. Pengaturan lebih lanjut mengenai HPL saat ini terdapat dalam PP Nomor 18 Tahun 2021 serta ketentuan teknis

“Dibalik Hak Pengelolaan (HPL): Mengurai Problem Kepastian Hukum HGB dan Hak Pakai di Atas HPL” Read More »

Tanah Hibah Bisa Ditarik Kembali? Ini Penjelasannya!

Tanah hibah adalah tanah yang diberikan oleh seseorang kepada pihak lain secara cuma-cuma, tanpa pembayaran atau imbalan. Dalam hukum perdata, hibah dipahami sebagai pemberian yang dilakukan saat pemberi hibah masih hidup dan diterima oleh penerima hibah. Jika objek hibah berupa tanah, maka pemberian tersebut tidak cukup hanya dilakukan secara lisan, tetapi harus dibuat dengan prosedur

Tanah Hibah Bisa Ditarik Kembali? Ini Penjelasannya! Read More »

Menakar Ulang Konsep Kerugian Negara Pasca Putusan MK Nomor 28/PUU-XXIV/2026 dan 66/PUU-XXIV/2026

Pasca lahirnya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 28/PUU-XXIV/2026 dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 66/PUU-XXIV/2026 menimbulkan diskursus yang tidak hanya menyentuh aspek teknis pembuktian kerugian negara, tetapi juga mempengaruhi konstruksi konseptual mengenai batasan, bentuk, dan otoritas penentu kerugian negara dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi.  Perkembangan ini menunjukkan adanya upaya Mahkamah Konstitusi untuk memperkuat kepastian hukum sekaligus

Menakar Ulang Konsep Kerugian Negara Pasca Putusan MK Nomor 28/PUU-XXIV/2026 dan 66/PUU-XXIV/2026 Read More »

Blockchain Diakui Sebagai Infrastruktur Digital di Dalam PP 28/2025 : Akselerasi Ekosistem Ekonomi Digital di Indonesia

Blockchain merupakan teknologi pencatatan data digital yang bekerja secara terdesentralisasi melalui satu kesatuan jaringan komputer yang saling terkoneksi satu sama lainnya. Teknologi ini memungkinkan setiap transaksi atau data dapat tercatat secara permanen, transparan, dan sukar untuk dimanipulasi karena menggunakan sistem kriptografi dan distributed ledger.  Di dalam konteks industri AI dan cryptocurrency, blockchain berfungsi sebagai dasar

Blockchain Diakui Sebagai Infrastruktur Digital di Dalam PP 28/2025 : Akselerasi Ekosistem Ekonomi Digital di Indonesia Read More »